Memaafkan

Home / Catatan / Memaafkan

Mungkin sudah banyak cerita tentang pertemanan. Kadang tertawa bersama, kadang juga bisa merakan tangis bersama. Tapi tidak jarang, teman atau orang yang disekeliling kit membuat perilaku yang tidak mengenakkan hati kita. Memang orang yang menyakiti diri kita kebanyakan adalah orang-orang dekat disekeling kita. karena mereka lah yang paling sering berinteraksi dengan kita.

Tapi, sebuah keegoan diri ketika kita menginginkan segala sesuatu sesuai dengan keinginan kita, menginginkan semua orang menjadi seperti apa yang kita inginkan. Orang mempunyai pribadinya sendiri. Semua orang berbeda dan kita tak bisa menyamaratakan semua orang. Karakter mereka berbeda-beda dan mempunyai sikap berbeda. Mudahnya kita menjudge seseorang itu tidak baik kepada kita, itu menunjukkkan ketidakmauan kita untuk mempelajari orang yang melakuakannya, mengapa dia begitu.

Jika memang keterlaluan, ya sudah. Toh hakekatnya orang yang melakukan kebaikan adalah untuk sendiri, dan sebaliknya. Tak usah marah, atau dendam, mereka sedang dzolim terhadap dirinya sendiri. Seharusnya kita berdoa, semoga dia tidak mendapatkan perlakuan yang seperti dia lakuan kepada kita.

Ketika usahamu dinilai tak penting, maka kau sedang belajar keikhlasan. Ketika kau letih dan ingin berhenti, maka kau sedang belajar arti pengorbanan. Ketika semua cobaan datang menyapamu maka kau sedang belajar untuk lebih bersyukur dan mendekat padaNya. Ketika hatimu terluka dalam, maka kau sedang belajar memaafkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *