Jalan Bercabang

Home / Catatan / Jalan Bercabang

Membuat keputusan memang tak mudah. Mungkin mudah bagi kita ketika dihadapkan hanya pada satu pilihan. Tapi bagaimana jika kita di hadapkan diantara beberapa pilihan?

Ketika dihadapkan pilihan-pilihan yang menarik, terkadang kita ingin memlih semua pilihan itu. Tapi masalahnya, saat itu hanya ada satu yang boleh kita pilih. Seperti 2 cabang jalan, tak bisa ditempuh bersamaan dalam satu waktu. Ah, gimana caranya harus memutuskan lewat jalan yang mana?

Saat emosi memenuhi pikiran, saat itu diri kita tak bisa berfikir jernih. Yang ada hanya kecenderungan perasaan, tanpa ada pertimbangan secara logis. Butuh wawasan yang luas untuk bisa memutuskan dengan baik, wawasan tetang pengalaman-pengalaman orang lain atau mungkin pengalaman kita yang sudah-sudah. Pada kondisi saat itu, terkadang kita termakan omongan orang lain. Percaya begitu saja apa yang dikatakan orang. Padahal dalam hati masih ada keraguan terhadap apa yang kita pikirkan.

Setiap pilihan pastinya ada resiko dan dampaknya. Terkadang kita juga sudah tau apa resikonya, apa dampaknya nanti, tapi jgua tak bisa memandang dengan objektif resiko dan dampak tersebut. Terkadang resiko tidak baik dari suatu piihan, kita anggap bukan resiko yang tidak baik. Sehingga saat itu masih saja galau, mana keputusan yang harus di ambil.

Kuncinya,”Putuskan dan Lakukan.” Biarlah pilihan lain hilang, fokus pada satu pilihan. Setiap keputusan mempunyai resiko. Kita adalah orang besar. Resiko, kesalahan, kita pandang suatu kebutuhan diri untuk mencapai kulitas diri yang lebih besar. Kesalahan yang tidak mematikan, selalu memberi kita kesempatan untuk kita memberbaiki diri. Yang terpenting kita selalu mau belajar dan open minded terhadap kemungkinan dan kesempatan yang ada dari setiap pilihan yang kita hadapi.

Dasarkan keputusan pada hasil yang terbaik, bukan karena mudahnya keputusan itu dibuat. Terbaik berarti berdampak yang baik dalam kehidupan kita, merupakan tangga untuk naik tingkat kualitas diri. Memang keputusan bergantung pada tingkat pengetahuan dan keterampilan. Tapi tak masalah, yang terpenting sudah berusaha untuk sebuah keputusan terbaik.

Putuskan dan Lakukan. Terimalah kemungkinan akan adanya kesulitan, masalah, atau kesalahan. Membuat kesalahan dan gagal untuk melakukan sesuatu yang baik & berguna, itu lebih baik dari pada tidak salah tapi tidak melakukan apapun. Kesalahan selalu memberi pelajaran untuk kita mencapai cara-cara yg lebih baik.

Bukankah tidak memilih itu juga adalah keputusan? Bukankah tidak melakukan apa-apa itu juga adalah keputusan? Tegaslah menjadi pribadi dalam membuat keputusan. Putuskan dan Lakukan. Hadapi dengan,”Bismillah”. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *