“Man jadda wajada”.

Home / Motivasi / “Man jadda wajada”.

kau tau, betapa menyakitkannya kemiskinan itu. bahkan aku berjanji pada diriku sendiri, aku tak akan menjadi pecundang, aku tak akan membiarkan hidupku diselubungi kemiskinan, aku tak akan membiarkan keluarga menderita. Itulah janjiku. Bukankah siapa yang berusaha dia akan berhasil. Juga Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sampai dia mengubahnya sendiri.

Kemiskinan membuat menderita. Seseorang butuh uang untuk makan, tentunya makan makanan yang layak dan bergizi. Butuh untuk hunian, tentunya hunian yang layak dan nyaman. Butuh untuk sekolah, sekolah yang berkualitas. Butuh untuk ibadah, ibadah yang serius. Butuh untuk refreshing, refreshing untuk kebersamaan dan melepas penat. Banyak hal, untuk eksistensi diri, untuk sosial, untuk hari tua, kesehatan dan lain-lain. Terlihat seperti hanya dunia yang dipikirkan. Tapi bagaimana mungkin bisa khusuk memikirkan ketundukan diri, jika urusan duniawi masih blepotan, bagaimana bisa mengabdi, jika mengurusi diri sendiri aja belum becus, bagaimana bisa memuliakan orang lain, memuliakan diri sendiri aja masih sulit.

aku tahu, uang bukan segala. uang bukanlah Tuhan yang bisa mengabulkan setiap permintaan. uang bukan dewa yang bisa membuat bahagia setiap orang yang melikinya. uang bukan juga jimat yang bisa membawa keberuntungan. uang ya uang, tak lebih dari sekedar itu. tapi dengan uang, lebih banyak hal yang bisa dilakukan, lebih banyak kebahagiaan yang bisa diwujudkan, lebih banyak kemuliaan yang bisa didapatkan. Bukan berarti uang menjadi sumber segala, bukan. Uang hanya sekedar uang, sebagai alat tukar. Mungkin uang bisa diibaratkan sebagai alat. Seperti kapak untuk menebang pohon, tapi dengan gergaji juga bisa untuk menebang pohong. Ya, uang itu sebagai alat, memudahkan, bisa juga alat untuk mendukung dari bagian kehidupan seserong.

Tak selamanya uang mendatangkan kebahagiaan. Alih-alih kesengsaraan orang yang memlikinya. Dengan uang, orang bisa berjudi, bernarkoba, mabok, maen perempuan. Karena uang, orang bisa saling membunuh. Karena uang, kawan jadi lawan. dan sebagainya. Memang uang itu netral, tergantung siapa empunya uang tersebut. Yang aku percaya, uang menambah kualitas hidup seseorang. Tentunya, uang yang halal dan barokah. Percuma jika uang tersebut haram. Yang ada hanya mendatangkan musibah. Tak sedikit contoh yang dihadapkan kepada manusia dimuka bumi untuk dijadikan hikmah dan pelajaran hidup.

Yang jelas, aku tak mau menderita gara-gara miskin. aku akan berusaha, dengan berpegang pada sabda Rasul,”Man jadda wajada”.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *